Senin, 08 November 2010

AKUNTANSI DARI BERBAGAI NEGARA (AKUNTANSI INTERNASIONAL)

AMERIKA SERIKAT
Akuntansi di Amerika Serikat diatur oleh badan sector swasta (Badan Standar Akuntansi Keuangan, atau Financial Accounting Standars Boardi-(FASB), tetapi sebuah lembaga pemerintah (Komisi Pengawasan Pasar Modal atau Securities Exchange Commission-SEC) juga memiliki kekuasaan untuk menetapkan standarnya sendiri.
Hingga tahun 2002, institut Amerrika untuk Akuntan Publk Bersertifikat (American Institute of Certified Public Accountants-ACIPA), badan sector swasta lainnya, menetapkan standar auditing. Pada tahun itu, Badan Pengawas Akuntansi Perusahaan Publik (Publik Company Accounting Ovesight Board-PCAOB) didirikan dengan kekuasaan yang luas untuk mengatur audit dan auditor perusahaan public. PCAOB adalah sector swasta yang diawasi oleh SEC.

Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi
Kewajiban audit dan pelaporan keuangan tahunanan secara relaistik hanya ada pada tingkat federal. Persyaratan ini berlaku untuk perusahaan-perusahaan yang sahamnya terdaftar pada pasar modal, dan perusahaan yang sahamnya di over the counter (OTC) market, dan yang memiliki lebih dari 500 pemegang samham dan asset diatas $10 juta. Dimensi penting lainnya dari lingkunagan akuntansi AS adalah bahwa akuntansi AS menyukai regulasi akuntansi yang mendetail.
Meskipun memiliki kekuasaan hukum untuk menentukan standar akuntansi dan pelaporan untuk perusahaan public, SEC tetap bergantung pada sector swasta yang menetapkan standr tersebut. SEC bekerja sama dengan FASB dan memberikan tekanan bila melihat FASB bergerak terlalu pelan atau kearah yang salah.
ESC merupakan badan pengatur independent, yang berarti Kongres dan presiden tidak memiliki pengaruh langsung terhadap kebijakan yang diambil. Tetapi lima komisaris SEC purna waktu ditunjuk oleh presiden dn dikonfirmasi oleh Senat dan ESC hanya memiliki kekuasaan yang diserahkan oleh Kongres melalui anggaran dasarnya. Sebagian dari proses pengatauran, ESC mengeluarkan Accounting Series Releases, Financial Reporting Releass, dan Staff Accounting Bulletins.
Sedangkan FASB yang didirikan pada tahun 1973 Tujuannya adalah untuk memberikan informasi yang berrguna bagi investor dan investor potensial, kreditor, dan pihak-pihak lain yang membuat keputusan investasi, kredit dan sejenisnya. Misi FASB adalah untuk membentuk dan mengembangkan standar-standar akuntansi dan pelaporan keuangan sebagai pedoman dan pendidikan bagi public, termasuk penerbit laporan keuangan, auditor, dan pemakai laporan keuangan.
Pada tahun 2002 Undang-Undang Sarbanes-Oxlay ditetapkan sebagai hukum dan memperluas ketentuan AS secara luas dalam tata kelola perusahaan, pengungkapan, dan pelaporan serta regulasi profesi audit. Di antara provisinya yang paling penting adalah pembentukan PCAOB, sebuah organisasi nirlaba yang diawasi oleh SEC.

Pelaporan Keuangan
Laporan keuangan tahunan yang semestinya dibuat sebuah perusahaan AS yang besar meliputi komponen berikut ini :
1. Laporan manajemen
2. Laporan auditor independen
3. Laporan keuangan utama (laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, laporan laba komprehensif, dan laporan ekuitas pemegang saham)
4. Diskusi manajemen dan analisis atas hasil operasi dan kondisi keuangan
5. Pengungkapan atas kebijakan akuntansi dengan pengaruh paling penting terhadap laporan keuangan
6. Catatan Laporan Keungan
7. Informasi Keuangan pelengkap
8. Perbandingan data Keuangan tertentu selam lima atau sepuluh tahun
9. Data kuartal terpilih
Laporan keuangan konsolidasi bersifat wajib dan laporan keuangan AS yang diterbitkan biasanya tidak memuat hanya laporan induk perusahaan saja. Aturan konsolidasi mengharuskan seluruh anak perusahaan yang dikendalikan (yaitu, dengan kepemilikan yang melebihi 50 persen dari saham dengan hak suara) harus dikonsolidasikan secara penuh, walaupun operasi anak perusahaan tersebut tidak homogen. Laporan keuangan interim(kuartalan) diwajibkan untuk perusahaan yang sahamnya tercatat pada bursa efek utama, laporan ini biasanya hanya berisi laporan keuangan ringkas yang tidak diaudit dan komentar manajemen secara singkat.
Ada dua praktik pelaporan AS yang perlu dicatat. Salah satunya adalah pelaporan segemental, yang diwajibkan bagi semua perusahaan yang sahamnya diperdagangkan ke publik (tetapi tidak berlaku bagi perusahaan-perusahaan yang dimiliki secara private), sesuai dengan prosedur-prosedur yang terdapat SFAS No. 14. pernyataan-pernyataan pelaporan segmental AS melebihi persyaratan-persyaratan yang sama di negara-negara lain.
Pelaporan laba persaham terbagi dalam primari earnings per share dan fully diluted earnings per share.

Penyusunan Standar Akuntansi Keuangan
AS memiliki sistem kekuasaan-bersama dalam penyusunan standar akuntansi keuangan-dengan sejumlah kecil pengecualian, standar akuntansi keuangan dibentuk dalam sektor private dan dilaksanakan melalui tindakan sektor publik.
Ciri lain yang signifikan dalam penyusunan dalam penyusunan standar akuntansi keuangan di AS adalah ketergantungan (paling tidak secara implisit) atas kerangka konseptual.

Pengukuran Akuntansi
Aturan pengukuran akuntansi di Amerika Serikat mengasumsikan bahwa suatu entitas usaha akan terus melangsungkan usahanya. Pengukuran dengan dasar akrual sangat luas dan pengakuan transaksi dan peristiwa sangat bergantung pada konsep penandingan.
Penggabungan usaha harus dicatat sebagai sebuah pembelian. Goodwill dikapitalisasi sebagai perbedaan antara nilai wajar pemberian yang di berikan dalam pertukaran dan nilai wajar aktiva bersih yang diperoleh (termasuk aktiva tidak berwujud lainnya). Goodwill tersebut harus dikaji ulang terhadap penurunan nilai tiap tahunnya dan dihapusbukukan dan dibebankan ke dalam laba jika nilai bukunnya melebihi nilai wajarnya. Konsolidasi proporsional tidak digunakan . Usaha patungan dicatat dengan menggunakan metode ekuitas sebagaimana pula investasi yang tidak dikonsolidasikan, yaitu perusahaan afiliasi yang dimiliki sebesar 20 hingga 50 persen. Translasi mata uang uang asing mengikuti ketentuan dalam SFAS No. 52, yang menggunakan mata uang fungsional anak perusahaan luar negeri untuk menentukan metodologi translasi.
Berkenaan dengan penilaian persediaan, metode LIFO, FIFO dan metode rata-rata dibolehkan dan digunakan secara luas. Salah satu unik bagi AS adalah jika metode LIFO digunakan bagi tujuan pajak federal, maka metode LIFO juga harus digunakan bagi ”cadangan” LIFO ada dan material, harus diberikan dalam catatan atas laporan keuangan.
INGGRIS
Aktifitas perusahaan yang didirikan di UK diatur secara luas oleh perundang-undangan yang bernama Companies Acts, yang merupakan hukum nasional. Kegiatan perusahaan yang didirikan di Inggris secara luas diatur oleh aktiva yang disebut Undang-Undang perusahaan.
Lima prinsip dasar yang tercantum langsung dalam perundang-undanagn adalah;
1. Pencocokan pendapatan dan beban berdasarkan basis akrual.
2. Penilaian item-item aset dan kewajiban individual secara terpisah dan masing-masing kelas aset dan kewajiban.
3. Penerapan prinsip-prinsip konservatisme (hati-hati), terutama dalam pengakuan realisasi laba dan semua kewajiban dan kerugian diketahui.
4. Kewajiban penerapan kebijakan-kebijakan akuntansi secara konsisten dari tahun ke tahun.
5. Anggapan bahwa prinsip kelangsungan usaha dpat diterapkan pad entitas yang bersangkutan.
Pelaporan Keuangan
Pelaporan keuanagn di Inggris termasuk yang paling komprehensif di dunia. Laporan keuangan umumnya mencakup:
1. Laporan direksi
2. Laporan laba dan Rugi dan Neraca
3. Laporan Arus Kas
4. Laporan Total Keuntungan dan Kerugian yang Diakui
5. Laporan Kebijakan Akuntansi
6. Catatan Ats Refrensi dalam Laporan Keuangan
7. Laporan auditor
Laporan direksi dan besarnya kepemilkan saham, seksi membahas kegiatan usaha yang utama, pembahasan atas operasi dan kemungkinan penegembanagan, peristiwa-peristiwa penting setelah tanggal neraca, dividen yang diusulkan, nama-nama anggota dewan direksi dan besarnya kepemilkan saham, serta kontribusi politik dan amal yang dilakukan.
Laporan keuangan kelompok usaha (konsilidasi) diwajibkan selain laporan neraca induk perusahaan saja. Sifat lain laporan keuanagan inggris adalah bahwa perusahaan berukuran kecil dan menegah dikecualikan dari banyak kewajiban pelaporan keuanagn.

Pengukuran Akuntansi
Inggris memperbolehkan baik metode akuisis dan merger dalam mencatat akuntansi untuk penggabungan usaha. Berdasarkan metode akuisisi, goodwill dihitung sebagai perbedaan antara nilai wajar penyerahan yang dilakukan dan nilai wajar aktiva yang diperoleh. Konsilidasi proporsional hanya dioperbolehkan untuk lembaga patungan bukan perusahaan. Metode ekuitas digunakan untuk perusahaan asosiasi (di mana perusahaan memilki 20 persenatau lebih hak suara dan dilakukan konsilidasi) dan untuk lembaga patungan berbentuk perusahaan.
Akiva dapat dinilai dengan menggunakan biaya historis, biaya kini atau (seperti yang dilakukan oleh kebanyak perusahaan) menggunakan gabunagn keduanya. Depresiasi dan amortisasi harus berhubungan dengan dasar pengukuran yang digunakan terhadap aktiva terkait. Persediaan (yang disebut sebagai stok barang) dinailai sebesar yang lebih rendah antara biaya atau nilai relaissai bersih berdasarkan FIFO atu harga rata-rata, sedangkan LIFO tidak diperbolehkan.

BELANDA
Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi
Regulasi di Belanda tetap liberal hingga tahun 1970 ketika Undang-undang Laporan Keuangan Tahunan diberlakukan. Diantara UU tersebut adalah :
• Laporan Keuangan Tahunan harus menunjukkan gambaran yang wajar mengenai posisi dan hasil keuangan selama suatu tahun, dan seluruh pos di dalamnya harus dikelompokkan dan dijelaskan secara memadai.
• Laporan keuangan harus disusun sesuai dengan praktek usaha yang baik (yaitu prinsip akuntansi dapat diterima oleh kalangan usaha).
• Dasar penyajian aktiva dan kewajiban dan penentuan hasil operasi harus diungkapkan.
Undang-undang tahun 1970 memperkenalakan audit wajib.
Auditing di Belanda merupakan propesi yang mengatur diri sendiri. Badan pengaturnya adalah Institut Akuntan Terdaftar Belanda (NivRA), NivRA memiliki otonomi penuh dalam penentuan standar audit dan kode etik profesional yang kuat memiliki status wajib.

Pelaporan Keuangan
Kualitas pelaporan keuangan Belanda sangat seragam. Laporan keuangan wajib harus disusun dalam bahasa Belanda, namun dalam bahasa Inggris, Prancis, dan Jerman dapat diterima. Laporan keuangan harus memuat hal-hal berikut :
1. Neraca
2. Laporan Laba Rugi
3. Catatan-catatan
4. Laporan Direksi
5. Informasi lain yang direkomendasikan
Laporan arus kas tidak diwajibkan, tetapti direkomendasikan oleh sebuah tuntunan dewan dan kebanyakan perusahaan Belanda membuatnya. Catatan laporan keuangan harus menjelaskan prinsip akuntansi yang digunakan dalam penilaian dan penetapan hasil dan alasan-alasan dibalik setiap perubahan akuntansi yang dilakukan. Laporan direksi mengevaluasi posisi keuangan pada tanggal neraca dan kinerja selama tahun keuangan. Selain tiu juga memberikan informasi mengenai kinerja yang diharapkan selama tahun keuangan yang baru dan komentar atas setiap peristiwa setelah tanggal neraca yang signifikan.
Laporan keuangan tahunan harus disajikan baik berdasarkan induk perusahaan saja maupun konsolidasi. Prinsip akuntansi yang sama harus digunakan dalam keduanya. Perusahaan-perusahaan Belanda diperbolehkan untuk menyusun laporan keunagan dengan menggunakan IFRS atau GAAP AS selain standar akuntansi Belanda.

Pengukuran Akuntansi
Metode yang umum digunakan di Belanda adalah metode pembelian. Goodwill merupakan perbedaan antara biaya akuisisi dengan nilai wajar aktiva dan kewajiban yag dibeli. Goodwill tersebut dikapitalisasi dan diamortisasi selam estimasi masa manfaat, hingga maksimum 20 tahun. Metode ekuitas digunakan apabila investor memiliki pengaruh signifikan terhadap kebijakan usaha dan keuangan.
Fleksibelitas Belanda dalam pengukuran akuntansi dapat terlihat dengan diperbolehkannya penggunaan nilai kini untuk aktiva berwujud seperti persediaan dan aktiva yang disusutkan. Ketika nilai kini digunakan untuk aktiva-aktiva ini, jumlah dalam laporan laba rugi yang terkait, harga pokok penjualan dan depresiasi juga dinyatakan sebesar nilai kini. Nilai kini dapat berupa nilai penggantian, jumlah yang terpulihkan atau nilai terealisasi bersih. Akuntansi nilai kini seharusnya diterapkan secara konsisten; revaluasi bertahap umumnya tidak diperkenankan. Revaluasi dihapuskan melalui cadangan revaluasi dalam ekuitas pemegang saham. Perusahaan yang menggunakan nilai kini harus menyediakan informasi biaya historis dalam catatan. Apabila biaya historis digunakan untuk persediaan, umumnya persediaan dinilai sebesar mana yan lebih rendah antara biaya atau pasar di mana biaya ditentukan dengan metode FIFO, LIFO, atau Rata-Rata. Pajak penghasilan tangguhan diakuoi berdasarkan konsep alokasi komprehensif dan diukur menurut metode kewajiban. Akuntansi nilai kini tidak dapat diterapakan untuk keperluan pajak, Karena perusahaan-perusahan Belanda memiliki fleksibilitas dalam menerapkan aturan pengukuran, dapat diduga bahwa terdapat kesempatan untuk melakukan perataan laba. Pos-pos tertentu dapat mengabaikan laporan laba rugi dan langsung disesuaikan terhadap cadangan dalam ekuitas pemegang saham.

REPUBLIK CEKO
Setelah tahun 1989, Cekoslowakia bergerak dengan cepat menuju perekomomian berorientasi pasar.
Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi
Kementerian keuangan bertanggung jawab atas prinsip-prinsip akuntansi. Keputusan Kementerian Keuangan menetapkan praktik pengukuran dan pengungkapan yang dapat diterima yang harus diikuti oleh perusahaan. Jadi, akuntansi di Republik Ceko dipengaruhi oleh Hukum Komersial, Undang-Undang Akuntansi dan Keputusan Kementerian Keuangan. Auditor diatur melalui Undang-Undang Auditor yang disahkan pada tahun 1992.
Pelaporan Keuangan
Laporan keuangan harus bersifat komparatif, terdiri dari :
• Neraca
• Akun laba dan rugi
• Catatan
Catatan mencakup penjelasan atas kebijakan akuntansi dan informasi lainnya yang relevan untuk menganalisis laporan keuangan. Catatan harus pula berisi laporan arus kas.

Pengukuran Akuntansi
Metode akuisisi (pembelian) digunakan untuk mencatat penggabungan usaha. Goodwill yang timbul dari suatu penggabungan usaha dihapus bukukan pada tahun pertama konsolidasi atau dikapitalisasi dan diamortisasi selama tidak lebih dari 15 tahun. Metode ekuitas digunakan untuk perusahaan asosiasi (yang mana perusahaan memiliki pengaruh signifikan tetapi tidak dikonsolidasikan) dan konsolidasi proporsional digunakan untuk perusahaan patungan.
Aktiva berwujud dan tidak berwujud dinilai sebesar biaya perolehannya dan dihapus bukukan selama perkiraan masa manfaat ekonominya. Persediaan dinilai sebesar yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai pasar dan metode FIFO dan rata-rata tertimbang merupakan asumsi arus biaya yang diperbolehkan (LIFO tidak termasuk). Biaya penelitian dan pengembangan boleh dikapitalisasikan jika terkait dengan proyek-proyek yang telah berhasil diselesaikan dan mampu menghasilkan pendapatan di masa mendatang. Cadangan wajib yang diharuskan : laba disisihkan tiap tahunnya hingga besarnya mencapai 20 persen dari saham untuk perusahaan perseroan dan 10 persen untuk perusahaan dengan kewajiban terbatas.

REPUBLIK RAKYAT CINA
Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi
Dewan Negara (suatu badan eksekutif yang berhubungan dengan kabinet) juga telah mengeluarkan Aturan Pelaporan dan Akuntansi Keuangan bagi Perusahaan (Financial Accounting and Reporting Rules for Enterprises-FARR). FARR ini berfokus pada pencatatan buku, penyusunan laporan keuangan, pelaporan praktik, dan masalah-masalah akuntansi keuangan dan pelaporan lainnya. Sedangkan Kementerian Keuangan yang diawasi oleh Dewan Negara merumuskan standar akuntansi dan auditing.
Pada tahun 1992, Kementerian Keuangan mengeluarkan Standar Akuntansi untuk perusahaan bisnis (Accounting Standars for Business Enterprises-ASBE), suatu kerangka dasar konseptual yang dirancang untuk menuntun perkembangan standar akuntansi yang baru. Salah satu motif untuk menerbitkan ASBE adalah untuk mengharmonisasikan praktik domestik. Setelah penerbitan ASBE, Kementerian Keuangan mengganti lebih dari 40 sistem penyeragaman akuntansi yang disebutkan sebelumnya dengan 13 sistem akuntansi berdasarkan industri dan dua sistem akuntansi berdasarkan kepemilikan.
Komite Standar Akuntansi Cina (China Accounting Standars Committee-Casc) didirikan pada tahun 1998 sebagai badan berwenang di bawah Kementerian Keuangan yang bertanggung jawab untuk mengembangkan standar akuntansi.
Pelaporan Keuangan
Periode akuntansi diwajibkan untuk sama dengan tahun kalender. Laporan keuangan terdiri dari :
• Neraca
• Laporan laba rugi
• Laporan arus kas
• Catatan atas laporan keuangan
• Penjelasan kondisi keuangan
Laporan tambahan diwajibkan untuk mengungkap penurunan nilai aktiva, perubahan struktur permodalan dan penyisihan laba. Catatan mencakup pernyataan mengenai kebijakan akuntansi. Apabila ada, catatan membahas masalah-masalah seperti kontijensi, peristiwa setelah tanggal neraca yang penting dan transaksi antara pihak berhubungan istimewa. Laporan keuangan harus dikonsolodasi, bersifat komparatif, dalam bahasa Cina dan dinyatakan dalam mata uang Cina, renminbi. Laporan keuangan harus diaudit oleh seorang CPA Cina. Neraca, laporan laba rugi dan catatan laporan setiap kuartal harus dibuat oleh perusahaan yang sahamnya tercatat.
Pengukuran Akuntansi
Metode pembelian wajib digunakan untuk mencatat penggabungan usaha dan goodwill harus dihapusbukukan selama tidak lebih dari 10 tahun. Metode ekuitas digunakan apabila kepemilikan terhadap perusahaan lain melebihi 20 persen. Konsolidasi proporsional digunakan untuk usaha patungan. Untuk anak perusahaan luar negeri, neraca ditranslasikan berdasarkan kurs nilai tukar akhir tahun, laporan laba rugi ditranslasikan pada kurs nilai tukar rata-rata sepanjang tahun, dan setiap perbedaan translasi disajikan sebagai cadangan dalam ekuitas.
Biaya historis merupakan dasar untuk menilai aktiva berwujud, revaluasi aktiva tidak diperkenankan. Aktiva berwujud didepresiasikan selama perkiraan masa manfaat, umumnya dengan metode garis lurus. Metode depresiasi dipercepat dan unit produksi juga diperbolehkan. FIFO, rata-rata, dan LIFO merupakan metode penentuan biaya(persediaan) yang diperbolehkan, dan nilai persediaan diturunkan karena penurunan harga dan keusangan. Aktiva tidak berwujud yang dibeli juga dicatat berdasarkan harga perolehannya dan diamortisasi selama periode manfaat. Aktiva tidak berwujud juga dicatat berdasarkan biaya dan amortisasi selama tidak lebih dari 10 tahun.
Biaya penelitian dan pengembangan dibebankan langsung.sewa guna usaha pembiayaan dikapitalisasi. Tiga metode akuntansi untuk pajak tangguhan yang diperbolehkan adalah : (1) metode arus langsung, dimana tidak terdapat pajak tangguhan, (2) metode penangguhan, dimana pajak tangguhan tidak disesuaikan terhadap perubahan tariff pajak, dan (3) metode kewajiban, dimana pajak tangguhan disesuaikan terhadap perubahan tariff pajak selanjutnya.

TAIWAN
Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi
Hukum Akuntansi Komersial yang diamandemen pada tahun 1987, mengatur catatan akuntansi dan laporan keuangan Taiwan. Hukum tersebut menetapkan bahwa catatan, akuntansi harus disimpan dan mengatur bentuk provisi dasar laporan keuangan, catatan dan pengungkapan lainnya.
Standar Akuntansi ditetapkan oleh Komite Standar AKuntansi Keuangan (financial accounting standars committee- FASC) dari Lembaga Pengembangan Dan Penelitian Akuntansi (accounting research ang development foundation-ARDF ) ARDF yang dibentuk menurut lembaga akuntansi keuangan di amerika didirikan pada tahun 1984 untuk meningkatkan level studi akuntansi, memajukan perkembangan standar akuntansi dan auditing dan membantu perusahaan industri dan komersial untuk memperbaiki sistem akuntansinya. FASC, yang juga didirikan pada tahun 1984, mengikuti proses pemeriksaan yang sama dengan FASC AS. Standar akuntansi dan auditing didasarkan pada ketentuan nasional, dengan referensi terhadap GAAP AS dan IAS/IFRS. Federasi Nasional Asosiasi CPA (national federation of CPA associations- NFCPAA), suatu organisasi yang dimandatkan oleh Hukum CPA Taiwan, mewakili profesi akuntansi.
Pelaporan Keuangan
Hukum Akuntansi Komersial mewajibkan laporan keuangan berikut ini :
• Neraca
• Laporan laba rugi
• Laporan perubahan ekuitas pemilik
• Laporan arus kas
• Catatan
Catatan harus mengungkapkan informasi berikut ini :
• Ringkasan kebijakan akuntansi yang signifikan
• Alasan-alasan perubahan atas kebijakan akuntansi dan pengaruhnya terhadap lapora keuangan.
• Hak kreditor terhadap aktiva tertentu.
• Komitmen dan kewajiban kontijensi yang berjumlah material
• Pembatasan atas pembagian laba
• Peristiwa penting yang berkaitan dengan ekuitas pemilik
• Peristiwa setelah tanggal neraca yang penting
• Pos-pos lain yang memerlukan penjelasan untuk menghindari kesan kesalahpahaman atau yang memerlukan klarifikasi untuk membantu dalam menyajikan laporan keuangan secara wajar.
Laporan keuangan harus komparatif dan periode fiscal haruslah tahun kalender. Laporan keuangan yang diaudit oleh CPA diwajibkan untuk perusahaan milik publik dan untuk perusahaan bukan publik yang lebih besar.

Pengukuran Akuntansi
Laporan keuangan konsolidasi diwajibkan ketika sebuah perusahaan mengendalikan entitas lain, umumnya dengan kepemilikan lebih dari 50 persen. Metode pembelian diwajibkan untuk penggabungan usaha, metode penyatuan kepemilikan tidak digunakan. Goodwill umumnya dikapitalisasikan dan diamortisasikan selama paling lama 20 tahun. Metode ekuitas digunakan apabila terdapat kepemilikan di perusahaan lain sebesar 20 persen atau lebih.
Aktiva tetap, termasuk tanah dan sumber daya alam, dan aktiva tidak berwujud dapat dievaluasi. Pemerintah mengumumkan nilai tanah setiap tahunnya, dan perusahaan diperbolehkan untuk menyajikan ulang nilai tanah (tiap tahunnya) sesuai dengan nilai yang diumumkan pemerintah tersebut. Apabila harga meningkat lebih dari 25 persen sejak pembelian atau penilaian terdahulu. Akun cadangan modal dkreditkan apabila aktiva dievaluasi. Depresiasi dan amortisasi dihitung berdasarkan estimasi masa manfaat. Metode yang digunakan tidak harus sama dengan hukum pajak. Aktiva tidak berwujud diamortisasi selama periode maksimum 20 tahun. Depresiasi dan amortisasi aktiva yang direvaluasi didasarkan pada nilai tercatatnya setelah revaluasi.
Persediaan disajikan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan pasar, baik metode FIFO, LIFO, dan rata-rata merupakan asumsi arus biaya yang dapat diterima. Seperti halnya dengan depreasi, buku akuntansi tidak harus sama dengan hukum pajak. Biaya penelitian dan pengembangan dibebankan sebagai beban apabila terjadi. Akuntansi untuk sewa guna usaha, kontijensi dan pajak tangguhan konsisten dengan pendekatan AS dan Internasional. Perusahaan-perusahaan Taiwan harus memiliki cadangan wajib dalam ekuitas pemegang saham : yaitu sepuluh persen dari laba bersih disisishkan setiap tahunnya hingga nilai cadangan sama dengan total saham modal dasar perusahaan.

MEKSIKO

Pengaturan dan Penegakan Aturan Akuntansi
Hukum Komersial Meksiko dan hukum pajak penghasilan berisi ketentuan-ketentuan mengenai pembuatan ringkasan catatan akuntansi tertentu dan penyusuan laporan keuangan, namun pengaruh keduannya terhadap pelaporan keuangan secara umum terbilang minimal. Institute Akuntan Publik Meksiko (instituto Mexicano de Contadores Públicos) menerbitkan standar akuntansi dan auditing di Meksiko. Standar akuntansi dikembangkan oleh Komisi Prinsip Akntansi yang berada dibawah institute tersebut, sedangkan standar auditing merupakan tanggung jawab Komisi Prosedur dan Standar Auditing.
Meskipun system hukumnya didasarkan pada hukum sipil, penetapan standar akuntansi di Meksiko menggunakan pendekatan Inggris-Amerika, atau Anglon-Saxon, dan bukan pendekatan Eropa Kontinental. Sebelum standar difinalisasikan, draf sementara usulan standar dikeluarkan untuk review dan komentar publik. Prinsip akuntansi Meksiko tidak membedakan antara perusahaan besar dan kecil, dan diterapkan untuk semua bentuk badan usaha. Dalam beberapa kasus, Komisi Pasar Modal dan Perbankan Nasional mengeluarkan aturan untuk perusahaan yan sahamnya tercatat.
Tingkat keharusan untuk menyusun laporan keuangan dan diaudit berbeda-beda menurut jenis dan ukuran perusahaan. Seluruh perusahaan yang didirikan menurut hukum Meksiko harus menunjuk setidaknya seorang auditor wajib untuk menyusun laporan kepada pemegang saham terhadap laporan keuangan tahunan. Auditor wajib tidak harus seorang akuntan public. Laporan tersebut terdiri dari laporan keuangan yang diaudit, skedul tambahan dan pernyataan auditor bahwa tidak ada kesalahan yang terlihat sehubungan dengan kepatuhan terhadap hukum pajak. Akhirnya, perusahaan yang tercatat sahamnya pada Bursa Efek Meksiko harus menyampaikan laporan keuangan konsolidasi tahunan, yang diaudit oleh seorang akuntan public Meksiko, kepada bursa tersebut dan pada Komisi Pasar Modal dan Perbankan Nasional.
Pelaporan Keuangan
Tahun fiscal perusahaan Meksiko harus bersamaan dengan tahun kalender. Laporan keuangan konsolidasi komparatif harus disusun, terdiri dari :
• Neraca
• Laporan Laba Rugi
• Laporan Perubahan Ekuitas Pemegang Saham
• Laporan Perubahan Posisi Keuangan
• Catatan
Laporan keuangan harus disesuaikan terhadap inflasi. Pengaruh penyesuaian tersebut disajikan dalam laporan perubahan ekuitas pemegang saham. Format laporan perubahan posisi keuangan mirip dengan laporan arus kas dan dibagi menjadi aktivitas operasi, investasi dan pembiayaan. Namun demikian karena disajikan dalam peso harga konstan “arus kas” yang dihasilkan tidak mencerminkan arus kas sebagaimana yang dipahami berdasarkan akuntansi biaya historis.
Catatan merupakan bagian integral laporan keuangan (yang dibahas oleh laporan auditor) dan mencakup berikut ini :
• Kebijakan akuntansi perusahaan
• Kontijensi dalam jumlah material
• Komitmen pembelian aktiva dalam jumlah besar atau berdasarkan kontrak sewa guna usaha
• Detail uang jangka panjang dan kewajiban dalam mata uang asing
• Pembatasan terhadap deviden
• Jaminan
• Program pensiun karyawan
• Transaksi dengan pihak berhubungan istimewa
• Pajak penghasilan

Pengukuran Akuntansi
Laporan keuangan konsoloidasi disusun apabila induk perusahaan mengendalikan perusahaan lain. Kendali biasanya terjadi apabila lebih dari 50% saham biasa perusahaan dapat dimiliki, akan tetapi kendali juga dapat diperoleh dengan cara lain, seperti kemampuan untuk menunjuk manajemen atau mayoritas dewan direksi. Metode ekuitas digunakan apabila terdapat pengaruh, tetapi bukan kendali, yang umumnya berarti besarnya kepemilikan berkisar antara 10 hingga 50%. Usaha patungan dapat dikonsolidasikan secara professional atau dicatat dengan menggunakan metode ekuitas.
Baik metode akuntansi pembelian dan penyatuan kepemilikan untuk penggabungan usaha dapat digunakan, tergantung pada keadaaannya. Jika mayoritas pemegang saham perusahaan yang diakuisisi tidak terus mempertahankan kepemilikan dalam usaha tersebut, maka metode pemebelian yang digunakan : jika ya, metode penyatuan kepemilikan yang digunakan. Goodwill merupakan kelebihan harga pembelian dari nilai kini aktiva bersih yang diperoleh. Goodwill tersebut diamortisasi tehadap laba selama periode ekspektasi manfaat, yang dibatasi selama 20 tahun.
Akuntansi tingkat harga umum digunakan di Meksiko. Biaya historis aktiva nonmoneter disajikan ulang dalam peso berdasarkan daya beli terkini engan menerapkan faktor yang diambil dari indeks harga konsumen nasional (national consumer indeks price-NCIP). Sebuah aktiva tetap berwujud didepresiasikan selama masa manfaatnya. Sebuah aktiva tidak brewujud diamortisasi selama masa manfaatnya (umumnya tidak lebih dari 20 tahun) keculai jika masa manfaatnya tidak terbatas, yang man dala kasus tersebut aktiva tidak berwujud tidak diamorisasai melainkan dilakukan uji penurunan nilai tiap tahunya.
Biaya penelitian dibebankan pada saat terjadinya, sedangkan biaya pengemabangan dikapitalisasaikan dan diamortisasikan apabila kelayakan teknologi telah dipastikan. Sewa guna usaha diklasifikasikan sebagai pembiayaan atau operasi biasa. Sewa guna usaha pembiayaan yaitu sewa guna usaha yang mengalihkan secara substansial seluruh mnafaat dan resiko kepemilikan terhadap aktiva dikapitalisasaikan, sedangkan pembayaran sewa dari sewa guna usaha biasa dibebankan dalam laporan laba rugi. Kerugian kontijensi diakru apabila mungkin terjadi dan besarnya dapat diukur. Cadangan kontijensi umum tidak dapat diperkenankan dalam GAAP Meksiko. Pajak tangguhan dibentuk secara penuh, dengan mengunakan metode kewajiban. Cadangan wajib (hukum) dibuat dengan mengalokasikan 5% dari laba tiap tahunnya hingga cadangan besarnya mencapai 20% dari nilai modal saham yang beredar.

PERANCIS
Republik Perancis merupakan penganjur akuntansi seragam nasional (national uniform accounting) yang paling utama. Plan Compable General pertama disahkan oleh Menteri Ekonomi Nasional bulan September 1947. Plan revisi berlaku tahun 1957. Dibawah pengaruh Fourth Directive dari EC, Plan revisi lain dihasilkan tahun 1982. Pada tahun 1986, Plan tersebut diperluas dengan memuat persyaratan-persyaratan ketujuh Directive EC atas laporan keuangan konsolidasi.
Akuntansi di Perancis sangat dipengaruhi oleh Plan Comptable sehingga kadang-kadang melupakan legislasi komersial (yaitu, Code de Commerce), sedangkan hukum-hukum pajak mengatur sebagian besar akuntansi keuangan dan praktik pelaporan Perancis. Bahkan, regulasi khusus dari undang-undang komersial tahun 1983 beserta keputusan menteri yang terkait mengimplementasikan Plan 1982. Kitab Undang-Undang Perancis bermula tahun 1673 dan ordinansi-ordinansi Colbert tahun 1681. Kitab undang-undang tersebut pada awalnya diberlakukan tahun 1808, yang kemudian terus mengalami revisi secara konstan.
Hukum-hukum pajak juga memiliki pengaruh yang signifikan atas akuntansi di Perancis. Salah satu aturan yang pasti adalah beban bisnis hanya bisa dikurangi bagi tujuan pajak jika beban tersebut telah dibukukan secara penuh dan tercermin dalam laporan keungan tahunan. Beban tersebut masih harus dibukukan secara penuh, dan Plan 1982 mewajibkan bahwa setiap depresiasi yang dikecualikan (yaitu depresiasi yang melebihi biayanya) diperlihatkan sebagai kewajiban dalam neraca.

Penyusunan Standar Akuntansi Keuangan
Tipe penyusunan standar yang ada dalam negara-negara berbahasa Inggris tidak ditemukan di Perancis. Hukum komersial diperluas untuk mencakup hukum-hukum akuntansi dan surat keputusan yang berkaitan dengan Plan serta semua aturan dan regulasinya, dan hukum pajak menetukan ekivalensi prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum. Persyaratan-persyaratan hukum tambahan diwajibkan bagi perusahaan-perusahaan public. Ketentuan-ketentuan professional sector swasta tidak memiliki status formal. Ketentuan-ketentuan tersebut hanyalah rekomendasi-rekomendasi yang mungkin dipertimbangkan oleh pembuat hukum, sehingga sumber standar akuntansi keuangan yang sebenarnya di Perancis adalah hukum tertulis.


Empat organisasi utama yang terlibat dalam pembuatan standar di Perancis adalah:
1. Consell National de la Comptabilite, or CNC (National Accounting Board)
2. Commission des Operations de Bourse (COB)
3. Ordre des Experts-Comptables et des Comptables Agrees (OECCA)
4. Compagnie Nationale des Commissaires aux Comptes (CNCC)
CNC melapor ke Menteri Keuangan dan tanggung jawab utamanya adalah menjaga Plan tetap up-to-date dan mengesahkan penyesuaian-penyesuaian bagi industri-industri khusus. CNC tidak memiliki kekuatan perundang-undangan atau kekuatan pelaksanaan. Hasil-hasil keputusan CNC direkomendasikan kepada Menteri, yang akan memutuskan perlu tidaknya rekomendasi tersebut mendapatkan status hukum.
CNC ditangani melalui komite-komite yang terdiri dari 30 orang ditambah staf. Misalnya, terdapat komite yang ditujukan untuk mendorong hubungan antara akuntansi Perancis dengan standar-standar IASC, komite yang berurusan dengan akuntansi sector public, dan satu lagi berurusan dengan isu-isu akuntansi biaya dan manajemen. Tidak diragukan bahwa CNC mempunyai peran yang besar, tetapi kecuali jika rekomendasi-rekomendasinya diberikan status hukum, CNC sebenarnya tidak memiliki kekuatan untuk membentuk standar-standar akuntansi secara langsung.
Dari sudut pandang internasional, pasar modal Perancis terbilang kecil, karena itu Securities Exchange Commission-nya, COB, memiliki pengaruh yang penting namun terbatas. Berdiri tahun 1967, COB bertugas mengawasi pasar modal baru serta operasi pasar modal regional dan nasional. Ketua COB ditentukan oleh keputusan presiden dan komisi-komisinya memberi laporan setiap tahun kepada presiden Perancis. Sturktur ini menimbulkan independensi dengan departemen-departemen pemerintah lainnya.
COB merupakan penganjur awal persyaratan-persyaratan konsolidasi bagi perusahaan-perusahaan Perancis, dan secara umum COB bertugas mendorong Perancis untuk menerima standar-standar akuntansi dan pelaporan “kelas dunia” paling tidak bagi perusahaan-perusahaan public besar Perancis.
Praktik akuntansi publik di Perancis dibatasi kepada anggota-anggota OECCA saja, yang memiliki anggota kira-kira duabelas ribu orang. Karena audit perundang-undangan dilakukan oleh anggota-anggota CNCC, sebagian besar aktivitas OECCA berkaitan dengan organisasi profesional dan pengembangan EDP, serta konsultasi ekonomi.
Menteri kehakiman Perancis menunjuk auditor-auditor public, yang mesti merupakan anggota dari CNCC. Karena salah satu kondisi untuk menjadi “commissaire aux comptes” biasanya adalah berkualifikasi sebagai expert comptable, terjadi tumpang tindih keanggotaan antara CNCC dan OECCA. Tentu saja, OECCA berfokus pada masalah akuntansi sedangkan CNCC berfokus pada maslah audit. Berkenaan dengan hal ini, CNCC mempublikasikan handbook bagi anggota-anggotanya, yang mengandung standar-standar professional yang ekstensif. CNCC juga mempublikasikan buletin-buletin informasi yang memebrikan bantuan-bantuan teknis.

Pengukuran Akuntansi
Biaya depresiasi dan amortisasi menjadi masalah khusus dalam pengukuran akuntansi karena hukum-hukum pajak mengatur jumlah tertentu yang tidak selalu berhubungan dengan biaya aktual (lihat komentar sebelumnya dalam seksi ini). Sama halnya, beban bunga proyek-proyek konstruksi besar boleh dipapitalisasi tetapi harus langsung dianggap biaya bagi tujuan pajak. Amortisasi goodwill bervariasi mulai dari lima tahun hingga dua puluh tahun. Biaya R & D boleh dikapitalisasi dalam kondisi-kondisi yang sangat khusus tetapi kemudian harus diamortisasikan selama periode tidak lebih dari lima tahun. Cadangan legal dibentuk dalam neraca dengan menyesuaikan laba ditahan sampai cadangan tersebut mencapai 10% dari modal legal.
Komitmen pension masa depan jarang diakui sebagai kewajiban, dan akuntansi pajak tertunda terutama terjadi karena terkait dengan konsoidasi perusahaan-perusahaan anak diluar negeri, sebab biasanya tidak ada perbedaan antara laba-rugi pajak. Atauran-aturan translasi valuta asing membolehkan dipakainya temporal method dan current rate method. Secara umum, akun-akun perbedaan translasi valuta asing banyak ditemui dalam neraca perusahaan Perancis.

Pelaporan Keuangan
Dalam waktu kurang dari setengah abad, pelaporan keuangan di Perancis telah mengalami kemajuan dari pelaporan marjinal ke pelaporan yang rumit. Catatan atas laporan keuangan mungkin sama komprehensifnya dengan praktik-praktik di negara lain. Sebagai tanggapan terhadap Fourth Directive EC, pelaporan keuangan Perancis sekarang responsive terhadap pertimbangan professional yang jujur dan wajar. Sementara itu, Seventh Directive EC telah memicu laporan keuangan konsolidasi di Perancis. Bahkan, kemajuan yang telah dicapai Perancis akhir-akhir ini dalam pelaporan keuangan mungkin akan menjadi model lagi bagi negara-negara EC lain seperti Yunani, Portugal danPerancis.
Karena catatan atas laporan keuangan diatur oleh Plan Comptable (termasuk format dan urutannya), catatan-catatan tersebut disajikan agak sistematis sehingga analis-analis keuangan Perancis bisa membuat prosedur-prosedur pengenbangan rasio keuangan yang sangat terstandarisasi.
Mulai tahun 1977, perusahaan Perancis yang memiliki 300 atau lebih karyawan harus mempublikasikan “neraca sosial” tahunan. Dalam neraca ini, persoalan-persoalan tenaga kerja, pelatihan, hibungan industri, kesehatan dan kondisi keselamatan, tingkat upah, dan benefit-benefit leinnya, ditambah hubungan industri sejumlah kondisi lainkungan kerja yang relevan, harus dijelaskan, dan dilaporkan. Pelaporan tanggung jawab sosial ini hanya untuk bagi Perancis saja (lihat Bab 7).
Seperti halnya persoalan-persoalan akuntansi lainnya, pelaporan keuangan merupakan kekuasaan negara. Walaupun pelaporan keuangan Perancis sedang mengintegrasikan dirinya kedalam konteks pasar keuangan internasional yang lebih luas, namun masih begitu besar dan menentukan wewenang pemerintah Perancis terhadap pelaporan akauntansi dan keuangan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, perkembangan positif pelaporan akuntansi dan keuangan di Perancis sejak pertengahan 1960-an cukup mencengangkan. Kepemimpinan Perancis dalam EC dibidang akuntunsi kelihatannya terus akan berlangsung.

JERMAN
Akuntansi keuangan di Jerman memiliki tiga dimensi yang secara signifikan membedakannya dengan sistem-sistem akuntansi nasional lain khususnya dengan sistem Inggris-Amerika. Pertama dan yang paling berbeda, lingkungan akuntansi Jerman telah berubah terus menerus dan mengagumkan sejak akhir PD II. Pada saat itu, penekanan terutama diberikan kepada bagan akun seksional dan nasional (yang sekarang masih berlaku di Perancis.
Karakteristik utama kedua dari akuntansi Jerman adalah bahwa akuntansi jerman berada dibawah hukum pajak. Prinsip penentuan pada dasarnya menyatakan bahwa laba kena pajak ditentukan oleh laba apapun yang terdapat dalam catatan-catatan keuangan perusahaan. Jika ada provinsi keringanan pajak, provinsi tersebut hanya dapat digunakan jika provinsi tersebut telah dibukukan secara penuh. Ini berarti, diantara hal-hal lain bahwa jika perusahaan ingin menggunakan depresiasi khusus atau highly accelerated depreciation bagi tujuan pajak, depresiasi tersebut juga harus dicatat secara penuh bagi tujuan pelaporan keuangan.
Dominasi aturan-aturan akuntansi pajak berarti bahwa tidak ada perbedaan antara laporan keuangan yang disiapkan bagi tujuan pajak dan laporan keuangan yang dipublikasikan. Karena persoalan pajak mendominasi segala hal, tidak ada pembuatan keputusan terpisah berkenaan dengan pemilihan prinsip akuntansi apapun. Konsekuensinya, standar-standar akuntansi atau prinsip-prinsip akuntansi yang diterima secara umum” dalam pengertian Inggris-Amerika tidak terdapat dijerman. Laporan-laporan keuangan mencerminkan hukum-hukum pajak – bukan pada informasi-informasi yang terutama dibutuhkan oleh investor atau pelaku pasar keuangan lainnya.
Karakteristik fundamental ketiga akuntansi jerman adalah ketaatan tanpa kompromi terhadap undang-undang dan keputusan pengadilan – tidak ada hal lain yang memiliki status mengikat atau status otoritatif.
Tiga bentuk organisasi bisnis utama di Jerman adalah:
• Aktiengesllschaft (AG)
Biasanya merupakan perusahaan-perusahaan besar di Jerman, memiliki dua dewan senior, dewan manejemen, dan dewan komisaris.
• Kommanditgesellschaft auf Aktien (KGaA)
Merupakan campuran dari limitied partnership dan bentuk korporasi organisasi bisnis.
• Gesellchaft mit beschrankter Haftung (GmbH)
Adalah perusahaan private (non-public).

Penyusunan Standar Akuntansi Keuangan
Aktivitas ini tidak terdapat di Jerman seperti yang dimengerti dalam Negara-negara bahasa Inggris. German Institute terutama berurusan dengan penyusunan standar-standar auditing, namun GI juga mengeluarkan rekomendasi-rekomendasi dan interpretasi-interpretasi atas persoalan-persoalan akuntansi keuangan. Rekomendasi dan interpretasi ini tidak mengikat bagi anggota-anggota GI dan pembuat laporan keuangan.

Pengukuran Akuntansi
Jerman merupakan salah satu pengikut setiap prinsip biaya historis di dunia. Perilaku anti-inflasi yang kuat muncul setelah bangkit dari dua periode inflasi yang menghancurkan jerman pada awal abad ini. Kaitan langsung system akuntansi dengan aturan-aturan perpajakan menjelaskan lebih jauh dominasi pengukuran biaya histories.
Aturan-aturan kapitalisasi sangat spesifis. Biaya memulai atau biaya ekspansi bisnis boleh dikapitalisasi, sedangkan biaya untuk mendapatkan modal ekuitas atau aset-aset tak berwujud yang tidak diperoleh dalam transaksi pertuakaran tidak boleh dimasukkan dalam neraca. Hukum pajak menghendaki agar goodwill yang diperoleh dikapitalisasi dan diamortisasikan selama periode lima belas tahun.

Pelaporan Keuangan
Pelaporan keuangan Jerman cukup luas tetapi dilihat dari standar Inggris-Amerika mempunyai nilai informasi yang terbatas. Kondisi ini muncul terutama dari fakta bahwa aturan-aturan akuntansi pajak mendominasi sebagian besar akuntansi keuangan.
1985 Accounting Act yang menentukan kandungan dan format neraca dan laporan laba rugi, mewajibkan laporan manejemen korporasi dipublikasikan setiap tahun bersama-sama laporan keuangan, dan menetapkan bahwa laporan keuangan dari semua perusahaan berukuran menengah dan besar mesti di audit. Laporan arus kas tidak diwajibkan tetapi disediakan oleh perusahaan-perusahaan besar. Catatan atas laporan keuangan sekarang telah menjadi ciri umum laporan keuangan Jerman. Dalam laporan laba- rugi, definisi item-item sangat sempit dan item-item seperti jarang diidentifikasikan secara terpisah. Persyaratan-persyaratan pelaporan keuangan Jerman menetapkan teknik-teknik konsolidasi yang sama dengan kebiasaan Inggris-Amerika.






JEPANG
Di permukaan, laporan keuangan korporasi Jepang tampaknya mirip dengan perusahaan-perusahaan sejenis dari Inggris-Amerika. Namun, sebenarnya kandungan informasi laporan keuangan korporasi Jepang berbeda secara substansial. Pertama dan yang paling berbeda,akuntansi keuangan memiliki peranan yang tidak begitu besar dalam masyarakat Jepang. Manajer-manajer senior biasanya merupakan insinyur-insinyur dan dari disiplin ilmiah lainnya. Hanya 5% dari semua promosi ke tingkatan direktur berasal dari spesialis akuntansi dan keuangan.
Pemerintah pusat mengendalikan dengan ketat semua hal yang terjadi dalam akuntansi di Jepang. Banyak pengamat yang berpengalaman merasa bahwa akuntansi Jepang merupakan fungsi pemerintah. Kontrol birokratis atas persoalan-persoalan akuntansi dilakukan oleh Menteri Kehakiman, Menteri Keuangan, dan terakhir Biro Perpajakan.
Faktor penting lain yang mempengaruhi akuntansi di Jepang adalah tingginya kepemilikan silang dalam perusahaan-perusahaan Jepang. Perusahaan-perusahaan saling memiliki saham satu sama lain dan secara umum bersama-sama memiliki perusahaan-perusahaan lain.
Pendanaan ekuitas relatif kecil di Jepang. Dengan demikian manajemen korporasi terutama harus bertanggungjawab ke bank atau institusi-institusi keuangan lainnya tidak kepada sejumlah besar pemegang saham.
Dalam hal akuntansi secara umum, diyakini secara luas bahwa terdapat aset maupun kewajiban off-balance sheet yang signifikan di Jepang. Ini merupakan salah satu penyebab mengapa laba perusahaan-perusahaan Jepang yang dilaporkan dipercaya terlalu rendah berdasarkan standar AS.
Ada komplikasi lebih jauh dari konsep laba korporasi yang dipakai di Jepang. Mengikuti pemikiran Jerman yang telah terserap kedalam penyusunan undang-undang komersil Jepang, laba korporasi di Jepang pada dasarnya dilihat sebagai sumber dana yang bisa didistribusikan sebagai dividen jika pemegang saham menginginkannya.

Penyusunan Standar Akuntansi Keuangan
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya,penyusunan standar akuntansi di Jepang terutama merupakan fungsi pemerintah dengan sejumlah input pendukung dari JICPA. Pengaruh yang paling kuat datang dari undang-undang komersial yang diatur oleh Menteri Kehakiman (MOJ). Undang – undang komersial tersebut menghendaki secara khusus (dalam pasal 282 dan 293) agar laporan keuangan berikut ini disiapkan kepada para pemegang saham atau kreditor yang berkepentingan :
1. Neraca
2. Laporan laba-rugi
3. Laporan bisnis
4. Usulan bagi pembagian laba
5. Skedul-skedul kegiatan
Jalur utama penyusunan standar akuntansi di Jepang dikelola oleh Menteri Keuangan (MOF) melalui badan penasehat khususnya, Business Accounting Deliberation Council (BADC). Peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh BADC mengikat semua KK yang diwajibkan membuat laporan-laporan MOF. Peraturan yang dikeluarkan paling akhir berkenaan dengan transaksi valuta asing, penyiapan laporan keuangan interim, dan pengakuan kewajiban penyisihan dana pensiun. Peraturan-peraturan BADC pada dasarnya merupakan standar akuntansi keuangan Jepang. Pengaruh besar ketiga atas penyusunan standar akuntansi datang dari hukum pajak. Serupa dengan situasi di Prancis, Jerman, dan dimanapun, biaya yang diperkenankan bagi tujuan pajak hanya bisa diklaim jika biaya tersebut telah dibukukan sepenuhnya.

Pengukuran Akuntansi
Akuntansi current cost di Jepang adalah tabu. Akuntansi current cost bahkan tidak dapat disebut-sebut bagi tujuan-tujuan pengungkapan suplementer. Beban depresiasi selalu diukur berdasarkan basis pajak. Hal ini biasanya meng-understate laba perusahaan-perusahaan Jepang yang dilaporkan.
Laporan keuangan konsolidasi sekarang diwajibkan di Jepang walaupun sejumlah besar perusahaan-perusahaan anak dibebaskan dengan berbagai cara. Jika sebuah perusahaan memiliki satu atau lebih perusahaan anak dengan dengan tingkat pemilikan 50% atau lebih, perusahaan tersebut harus mengkonsolidasi laporan keuangan anak-anaknya dan juga harus memakai equity method tidak diwajikan.
Kesimpulannya, pengukuran akuntansi Jepang masih sangat mengikuti ketentuan-ketentuan tradisional walaupun adaptasi terhadap standar internasional terus meningkat.

Pelaporan Keuangan
Undang-undang komersial mewajibkan penyiapan dan publikasi laporan keuangan perusahaan induk saja dan bahwa MOF (melalui SEL) mewajibkan laporan keuangan konsolidasi bagi KK yang terdaftar di pasar modal (dengan beberapa pengecualian yang ditentukan). Laporan keuangan Jepang tidak merefleksikan pengakuan apapun atas perubahan daya beli unit mata uang. Baik laporan keuangan itu sendiri atau laporan supplementer atau catatan atas laporan keuangan tidak menyebut-nyebut efek inflasi. Catatan atas laporan keuangan harus memasukkan hal berikut :
1. Ikhtisar kebijakan akuntansi penting, seperti metode depresiasi dan metode dalam mengakui cadangan-cadangan penting
2. Perubahan-perubahan dalam prinsip-prinsip akuntansi dan efeknya
3. Nilai pasar item penting dari asset lancar jauh lebih rendah dari biaya historisnya
4. Jumlah piutang total dari direktur dan auditor-auditor statutory, dan jumlah hutang total kepada mereka
5. Aset dan kewajiban yang material dalam satuan mata uang asing
6. Dst.
Kesimpulannya, lingkup dan kualitas pelaporan keuangan di Jepang telah berkembang selama dua decade terakhir. Khususnya perusahaa-perusahaan besar Jepang tampaknya terus berusaha menyeragamkan pelaporan keuangan mereka dengan standar dunia. Pelaporan keuangan domestic di Jepang secara signifikan lebih bersifat dipaksakan. Tetapi pelaporan akuntansi di Jepang terus mempertahankan dirinya berbeda.